Secret Service Uji mobile FRT ‘Sentry’ saat Penggunaan Biometrik Federal Meluas
Secret Service mulai menguji aplikasi mobile FRT bernama Sentry pada puluhan petugas di Washington, D.C., menempatkan kemampuan identifikasi biometrik langsung ke alat genggam. Uji coba ini menjalankan pemindaian wajah atau sidik jari melalui kamera ponsel yang kemudian dibandingkan dengan basis data pemerintah.

Meski pilot berskala kecil, langkah ini menandai perluasan penggunaan alat identifikasi biometrik dari konteks penegakan imigrasi ke operasi keamanan protektif, sehingga memicu pertanyaan tentang tata kelola, privasi, dan cakupan penggunaan data.
Mobile Frt dalam Sorotan Publik
Aplikasi yang diuji oleh sekitar 25 anggota Uniformed Division di Washington tersebut memungkinkan petugas melakukan pemindaian wajah atau sidik jari dengan kamera ponsel. Hasil pemindaian lalu dibandingkan dengan berbagai basis data pemerintah dan dapat mengembalikan informasi identitas yang mungkin relevan bagi petugas di lapangan.
Sentry dilaporkan dibangun di atas infrastruktur teknis yang mirip dengan sistem biometrik yang digunakan oleh lembaga federal lain, termasuk aplikasi yang dipakai dalam konteks imigrasi. Aplikasi Secret Service juga mengambil data dari basis seperti foto paspor Departemen Luar Negeri dan basis data penegakan hukum lainnya. Namun, hingga saat ini vendor utama Sentry belum diumumkan secara publik, dan tidak ada dokumen operasional terpisah yang tersedia untuk publik yang menjelaskan seluruh komponen teknis dan basis data yang diakses.
Jejak kebijakan dan pengawasan
Ketertarikan Secret Service pada pengenalan wajah bukan hal baru. Sebelumnya, pada 2018 badan itu melakukan pilot pengenalan wajah di kompleks sekitar Gedung Putih untuk melihat apakah teknologi dapat memberikan petunjuk identitas sebelum kontak langsung. Evaluasi awal itu menggunakan aliran video dari kamera yang sudah ada, dan sempat dituangkan dalam penilaian dampak privasi pada saat itu.
Di sisi lain, penilaian kebijakan yang lebih baru menyatakan bahwa personel investigasi mungkin menggunakan foto atau still frame dari video sebagai “probe images” untuk mencari petunjuk identitas di sistem pengenalan wajah pemerintah, tetapi dokumen resmi juga menyatakan bahwa lembaga tidak menggunakan teknologi itu untuk melakukan pengawasan publik secara massal atau menganalisis video secara real time. Persoalannya kini adalah apakah penggunaan Sentry yang bersifat mobile dan lapangan tercakup oleh penilaian kebijakan yang sudah ada atau memerlukan penilaian dampak privasi terpisah—dokumen semacam itu belum dipublikasikan jika memang ada.
Aturan penggunaan dan klaim pembatasan
Menurut keterangan yang disampaikan oleh pejabat lembaga, Sentry dimaksudkan untuk memindai orang tertentu, bukan melakukan pemindaian massal di kerumunan. Petugas hampir selalu diharuskan meminta persetujuan subjek terlebih dahulu, dan staf wajib menjalani pelatihan sebelum menggunakan aplikasi. Selain itu, lembaga menyatakan bahwa foto dan data yang dikumpulkan melalui Sentry tidak akan diumpankan kembali ke basis data yang digunakan oleh varian aplikasinya di bidang imigrasi.
Meskipun ada pembatasan yang diumumkan, banyak rincian penting belum jelas bagi publik: siapa vendor aplikasinya, basis data mana saja yang dipertanyakan, ambang pencocokan yang digunakan untuk mengembalikan hasil, jadwal retensi gambar, aturan khusus untuk warga AS, mekanisme banding untuk kasus kesalahan identifikasi, dan apakah ada penilaian dampak privasi khusus untuk Sentry.
Respons dari pengawas dan kelompok advokasi
Kelompok pengawas privasi dan kebebasan sipil telah lama memperingatkan bahwa pilot terbatas di lokasi tertentu dapat membuka pintu bagi penggunaan yang lebih luas di ruang publik. Kritik terhadap aplikasi biometrik serupa dalam penegakan hukum menyoroti risiko invasi privasi, kesalahan identifikasi, dan kekurangan tata kelola.
Laporan pengawasan sebelumnya juga menunjukkan bahwa sistem pilot sebelumnya sempat dihentikan setelah pengumpulan dan analisis data awal, dan data yang tersimpan dihapus. Namun, terus berlanjutnya evaluasi dan adopsi teknologi serupa oleh berbagai komponen pemerintah menimbulkan kekhawatiran akan normalisasi penggunaan alat tersebut di berbagai konteks: dari pengamanan gedung federal hingga pengawasan di sekitar lokasi demonstrasi, kedutaan, dan acara publik.
Potensi perluasan dan implikasi operasional
Bagi Secret Service, argumen penggunaan Sentry berkisar pada kebutuhan intelijen protektif: memberikan petunjuk identitas yang dapat membantu mencegah ancaman terhadap pejabat yang dilindungi dan situs-situs sensitif. Namun, bagi para kritikus, risiko ‘mission creep’ atau perluasan misi dari tujuan protektif sempit ke penggunaan yang lebih luas menjadi perhatian utama.
Walaupun uji coba Sentry saat ini terbatas pada beberapa puluh petugas seragam di Washington, D.C., implementasinya menunjukkan pergeseran penting: identifikasi biometrik bergerak dari lingkungan terpusat dan pengelolaan perbatasan ke interaksi lapangan yang terlihat publik. Ketidakjelasan terkait tata kelola dan transparansi membuat pertanyaan tentang perlindungan hak individu dan akuntabilitas tetap relevan saat pilot ini dievaluasi untuk potensi penyebaran lebih luas.
Baca juga berita lainnya:


